Postingan

ibu

 doamu melebihi luas langit dan bumi dan di situlah aku berteduh, bu. terima kasih {}

Past Reflection

I was born in a simple family and my family has different way to educated me, they decided to educated me seriously. It was started when I was in elementary school. I still remember how my mother chasing me when I tried to run because I was being lazy to read the holy Qur'an; how my father carried me to the mosque and langgar (the small place use to study Qur'an); and how my sister teach me to read. Since highschool I was far away from my family. That make me had to manage my activities well. actually when I was in that time, i struggled with them and also had to be patient in all conditions and situation that I had. When I had to enjoy with those conditions, my family especially my parents always support me by making prayers to me and convincing me that i would be able to do this completely.

untitle

 i've lived the same daily routine everyday until now. walking up in the morning, going to campus, listening to a lesson, and when its time, i go back dorm, living my life routinely like this like a wheel.  but because you're here in these days of mine, my everyday are changing. i think of you, wait for you, think about your day, i feel like my days recently are filled with you. even though its simple, these routines give me joy.  i'm happy when i receive your texts because i feel satisfied, and when i send texts to you, i imagine you receiving those text with a smile and it makes me happy. i want to thank you for allowing me to have these love-filled days. i don't know if we can stay happy like this forever, but if you stay with me, and always be with me like this, i think it might be possible. <3 <3 <3

Pesan Pilkada 2020

Gambar
Jangan mudah lupa dan cepet kagum sama elit politik. Mereka ada di posisi mereka yang sekarang juga karena suara kita telah memilih mereka. Beberapa organisasi juga saat ini tidak terlihat dampaknya selain digunakan oleh kelompok-kelompok politik praktis. We deserves more than this ‘lesser of two evils’ elections. Next time, don’t settle for less. Ingat, kanal demokrasi bukan cuma politik kotak suara. Berserikat, turun aksi, galang dana, menulis, dan sebagainya juga cara valid untuk melawan. Karena selalu ada ketidaknyamanan yang harus dibayar untuk perubahan yang besar.

Tiba-tiba Nasionalis

Gue gak ngerti juga ke mana arahnya tulisan ini, tapi ya gue pengin aja nulis opini gue sekarang hehe. Narasi dari tulisan ini mungkin akan membingungkan, karena gue sendiri sedang dalam keadaan emosi yang kurang stabil saat menulis tulisan ini. Gue mau ngomongin aksi 8 oktober 2020 kemarin. Iya, Omnibus Law a.k.a UU Cipta Kerja. dengan masih dangkalnya pengetahuan gue mengenai UU Cipta Kerja ini, gue cuma ingin sedikit berkomentar.   Pertama yang ingin gue komentarin adalah dampak dari UU ini yang bukan hanya pada ketenagakerjaan tapi juga pada banyak aspek, salah satunya yakni lingkungan. Dari naskah UU yang sempet gue baca sekitar 905 halaman, pemerintah sepertinya tidak terlalu dipertimbangkan isu mengenai perlindungan lingkungan. Gue rasa UU Cipta Kerja ini tidak benar-benar secara serius menindak perusahaan-perusahaan nakal. Ini juga terkait dengan lingkungan hidup, masalahnya adalah jika ada perusahaan nakal, apakah pemerintah cepat megatasi? Gue masih kebayang aja ten...

"kapan nikah?"

Buat gue menjalin hubungan sama seseorang itu bukan perkara “jantung lo mau pecah saat tiba2 ketemu sama doi” apalagi di umur segini gue rasa udah ga lucu lagi kalo pasangan bilang “Selamat pagi, dah makan belum?” terus seketika panic kalo chat ga dibales 10 menit.   Apalagi kalo memutuskan untuk menikah. Gue bukannya skeptic sama dunia pernikahan, tapi sekarang gue ngerasa realistis aja. Kalo dulu sih sempat mikir, “mau nikah di umur segini, trus mau ini itu dan lain-lain”. Tapi, seiring bertambahnya usia, gue menilai sesuatu sesuai dengan realita apa yang gue liat dari atas sampai bawah. Ya. Namanya FAKTA . karena si fakta ini lah gue ragu sama dunia pernikahan. Ya karena faktanya yang gue liat selama ini menikah itu enaknya cuma setahun dua tahun aja (memang gak semua sih, tapi sebagian besar menurut gue sih gitu). Dulu gue juga gak mikir gini, tapi seiring berjalannya waktu dan dengan ditunjukkan fakta dan kejadian yang telah ada dan bahkan itu terjadi sama orang terdekat gue...

belum ada judul

terasa sakit saat orang yang kamu cintai tidak mencintaimu. tapi, akan terasa lebih menyakitkan saat orang yang tidak kamu sukai mencintaimu dan memaksakan cintanya, mungkin itu akan terasa lebih menyiksa.  lalu, dari mana kamu akan menarik garis tersebut? garis antara cinta dan obsesi.