Postingan

"kapan nikah?"

Buat gue menjalin hubungan sama seseorang itu bukan perkara “jantung lo mau pecah saat tiba2 ketemu sama doi” apalagi di umur segini gue rasa udah ga lucu lagi kalo pasangan bilang “Selamat pagi, dah makan belum?” terus seketika panic kalo chat ga dibales 10 menit.   Apalagi kalo memutuskan untuk menikah. Gue bukannya skeptic sama dunia pernikahan, tapi sekarang gue ngerasa realistis aja. Kalo dulu sih sempat mikir, “mau nikah di umur segini, trus mau ini itu dan lain-lain”. Tapi, seiring bertambahnya usia, gue menilai sesuatu sesuai dengan realita apa yang gue liat dari atas sampai bawah. Ya. Namanya FAKTA . karena si fakta ini lah gue ragu sama dunia pernikahan. Ya karena faktanya yang gue liat selama ini menikah itu enaknya cuma setahun dua tahun aja (memang gak semua sih, tapi sebagian besar menurut gue sih gitu). Dulu gue juga gak mikir gini, tapi seiring berjalannya waktu dan dengan ditunjukkan fakta dan kejadian yang telah ada dan bahkan itu terjadi sama orang terdekat gue...

belum ada judul

terasa sakit saat orang yang kamu cintai tidak mencintaimu. tapi, akan terasa lebih menyakitkan saat orang yang tidak kamu sukai mencintaimu dan memaksakan cintanya, mungkin itu akan terasa lebih menyiksa.  lalu, dari mana kamu akan menarik garis tersebut? garis antara cinta dan obsesi. 

assalamualaikum..

hi, selamat pagi, siang, sore, malam. aku mau ngomong kalo aku suka sama kamu, maaf kalo aku gatau diri.  kamu pernah bantuin aku tapi aku malah suka sama kamu :(( tapi aku ga berharap apa-apa kok hehe aku cuma mau confess my feeling, i hope kamu ga terbebani dengan itu. tenang aja, kamu ga harus ngejawab kok. aku sempet stalking kamu, dan wtf,, liat mantanmu aku berasa ampas banget hehehe  udah lama aku cuma mantengin chatroom kamu, liat kamu online tapi aku ga punya keberanian chat duluan hehe.  maaf kalo bikin ilfil, semangat ya! udah gitu aja

you're special to me

you're the only one who i wouldn't mind losing sleep for, the only one who i can never get tired of talking to, and the only one who crosses my mind constantly throughout the day. you're the only one who can make my smile without tryin, bring down my mood without the intention to and effect my emotions with every action of yours. you're the one, i'm afraid of losing and the only one i want to keep in my life.

"ada ibu-ibu guys" -di tempat wisata

  Cerita terakhir ini saat gue liburan di salah satu taman dan sungai tempat wisata, jadi saat itu gue sama temen-temen gue main dan mau nyebrang sungai. Tapi gak ada perahu ynag bisa nganterin kita ke seberang sungai sana. Sampai suatu ketika ada satu perahu yang diisi dengan satu keluarga ngajakin kita buat nyebrang dan kita otomatis mau lah. Saat udah nyebrang sungai dan mau balik lagi ke tempat asal which is itu taman yg awal tadi, tiba-tiba ada ibu dari keluarga itu nanyain gue “kuliah apa kerja?” dan gue jawab “kuliah”. Dan akhirnya ibunya nanya tentang kuliah gue gimana karena katanya anak ibunya bakal masuk kuliah tahun depan. Nah, sampai di tepi sungai dan kita turun dan mau bayar, akhirnya si bapaknya bilang “udah gak usah bayar, biar bapak aja yang bayar.” Dengan jiwa anak kosan yg lagi ngerantau tentunya gue sangat suka akan hal ynag gratisan jadi seneng lah. Dan tidak lupa kita bilang “terima kasih” hehe. Oh iya pas di perjanan menyebrangi sungai, ibu itu m...

"ada ibu-ibu guys" -di kereta

Kalo cerita yang pertama sama ibu-ibu di pesawat, kali ini cerita sama ibu yang di kereta. Jadi waktu itu perjalanan gue di mulai dari stasiun Kiaracondong dan berakhir di stasiun Purwokwerto. Perjalanan ini di mulai pukul 13.10. Gue inget banget waktu itu gue booking tiket sekaligus pilih seat di 9A di gerbong ekonomi 1, tapi you know what? Saat gue masuk gerbong ekonomi 1 dan menghampiri seat 9A, betapa terkejutnya gue (haha lebay) kursi yang harusnya gue duduk itu ada sesosok remaja laki-laki yang duduk di sana. Dan gue bingung dan membatin ( ini kok tempat duduk gue ada yang ngisi sih). Mungkin karena muka gue bingung, ada rombongan ibu-ibu yang nanyain gue “Duduk di mana neng?” gue jawab “Ini buk, di 9A”.                                               ...

"ada ibu-ibu guys" -di pesawat

Beberapa hari terakhir gue sering banget punya urusan sama ibu-ibu, gak tau ini pertanda apa sih, yang jelas gue berhadapan sama ibu-ibu nyebelin gak cuma satu atau dua kali aja. Tapi ya kalo masalah nyebelin atau enggak itu tergantung pribadi masing-masing sih yaa and I think beberapa moment yang gue rasain ini emang nyebelin.   Oke, kita ke cerita ibu ynag pertama. Hari itu gue mau terbang dari Jakarta menuju Palangka Raya, saat gue ada di bandara sih semuanya berjalan lancar. Waktu itu gue terbang pukul 18:45. Hari itu kebetulan gue lagi puasa dan berbuka di bandara. Setelah gue punya boarding pass gue, ternyata gue duduk di seat yang tengah. Jadi, sebelah kiri dan kanan gue ada orang. Nah, berhubung bawaan gue gak banyak, jadi tas kecil (tapi berat) gue dimasukin ke dalam kabin. Karena tas gue itu berat, jadi gue memutuskan untuk minta bantuan ke pramugari biar dia bantu gue naroh tas gue ke dalam kabin yang kebetulan kabin itu juga udah lumayan penuh. Tapi belum beres gue ...